Internet ternyata begitu perkasa dalam satu dasawarsa terakhir. Berbagai macam keunggulan dan kemudahan menjadi strategi baru para produsen untuk memasarkan produk mereka. Seiring perkembangan pengetahuan dan teknologi pula, inovasi internet melahirkan bermacam-macam social media yang notabene merupakan situs pertemanan. Animo yang luar biasa dari para netizen menjadikan social media ini sebagai new life style khususnya bagi kaum urban.Keberadaan social media saat ini tidak dapat dipandang remeh. Potensi besar inilah yang ternyata dilirik oleh banyak produsen dunia untuk memasarkan produk-produknya. Dengan nama konsep model SISA (Share, Interest, Search, and Action) sebagai suatu solusi meningkatkan penjualan.
Share. Dikutip dari www.odmgrp.com, ada tiga social media yang menempati rating tertinggi dalam hubungannya dengan penjualan dan produk perusahaan, yaitu 86% Facebook, 65% Twitter, dan 55% blog diikuti 50% video dan 55% reviews. Jika jeli melihat peluang ini, kita dapat memanfaatkan tiga jejaring sosial itu sebagai media promosi dan sosialisasi produk. Akan tetapi, akan lebih maksimal jika kita dapat menggabungkan keunggulan dari masing-masing social media ini. Facebook memiliki fasilitas fan page yang dapat dimanfaatkan untuk menginformasikan dan mengiklankan produk-produk unggulan. Jangan lupa untuk mengupload foto dan video untuk memperkenalkan kepada jutaan facebookers. Facebookers tentunya akan memberikan komentar terkait produk yang ditawarkan. Kita juga dapat berinteraksi dengan calon pembeli menggunakan fasilitas chat. Dengan keterbatasan 140 karakter, Twitter dapat digunakan sebagai sarana promosi kedua. Produsen dapat membuat tweet berisi informasi produk yang singkat, padat, dan jelas. Karena keterbatasan karakter, ulasan tentang produk dapat ditweet beberapa kali. Kita harus membuat followers penasaran untuk terus menyimak tweet berikutnya. Tentu saja tweet yang kita buat harus menarik. Jangan lupa menggunakan tagger (#) agar followers dapat dengan mudah melacak twit yang pernah dibuat sebelumnya. Mintalah followers meretweet setiap produk yang dipromosikan. Secara tidak langsung mereka telah membantu mempromosikan akun dan produk kita ke followers mereka. Kita juga dapat memberikan link ke Facebook dan blog agar followers mendapatkan informasi yang lebih lengkap. Terakhir, kita bisa memanfaatkan blog untuk memuat informasi mengenai produk yang ditawarkan. Dapat dikatakan bahwa postingan di blog tidak terbatas. Kita bisa melengkapi informasi yang ada di Facebook dan Twitter di blog ini. Manfaatkan komunitas blogger untuk mereview produk-produk tersebut. Semakin banyak yang memberikan komentar terutama komentar positif, semakin populer dan recommended produk tersebut untuk dibeli.
Interest. Kita harus dapat membuat postingan di tiga social media itu semenarik mungkin. Jangan lupa menyapa dan mengucapkan terima kasih kepada followers yang telah menggunakan produk kita. Selain itu, kita juga dapat meretweet tweet yang bagus agar dapat dibaca oleh semua followers. Agar lebih menarik, kita dapat memberikan hadiah sebagai bentuk apresiasi kepada pelanggan atau calon pembeli. Kita bisa membuat photocontest di Facebook yang membutuhkan like sebanyak-banyaknya, kuis follow akun, dan blog competition. Dengan demikian, secara tidak langsung mereka akan mempromosikan produk kita ke teman-temannya. Untuk inovasi kita bisa memberikan tips-tips dan artikel-artikel menarik yang dihubungkan dengan produk agar followers tidak jenuh dengan postingan produk.
Search. Semakin banyak postingan di Facebook, Twitter, dan blog apalagi yang dishare oleh followers dan bloggers, semakin mudah orang-orang menemukan produk yang kita jual di internet. Orang-orang biasanya akan "googling" tentang produk yang akan dibeli terlebih dahulu. Mereka akan lebih yakin jika banyak informasi yang didapat dan ditemukan di internet. Komentar positif akan memengaruhi calon pembeli untuk membeli produk kita.
Action. Setelah mengetahui dan yakin akan keuntungan yang didapat dari produk yang dicari, sangat besar kemungkinan calon pembeli merealisasikan niatnya untuk membeli produk tersebut. Berikan apresiasi pada pembeli dengan souvenir atau ucapkan terima kasih dan mintalah mereka untuk memberikan testimoni dan mengupload foto bersama produk yang dibeli yang kemudian diposting di social media kita.
Model SISA ini adalah salah satu ide sederhana yang tujuannya meningkatkan penjualan produk memanfaatkan betapa besarnya potensi pengguna social media. Berdasarkan hasil survei di www.odmgrp.com, 86% penjual online di US memiliki fan page, 74% konsumen mempercayai social media sebagai pemandu dalam menentukan keputusan pembelian, dan 53% tweeps merekomendasikan perusahaan dan produk melalui tweet mereka. Itu berarti sudah saatnya tren penjualan melalui online social media dikombinasikan dengan penjualan offline diperhitungkan.

